Tuesday, December 6, 2016

Rule of Thirds : Cinta Akan Selalu Memaafkan (Novel)


 Apalagi yang paling menyakitkan dalam sebuah pengkhianatan selain menjadi yang tidak terpilih? 

Demi mengejar cinta Esa, Ladys meninggalkan karier sebagai fotografer fashion di Seoul dan pulang ke Bali. Pulau yang menyimpan kenangan buruk akan harum melati di masa lalu dan pada akhirnya menjadi tempat ia menangis. 

Dias memendam banyak hal di balik sifat pendiamnya. Bakat terkekang dalam pekerjaannya sebagai asisten fotografer, luka dan kerinduan dari kebiasaannya memakan apel Fuji setiap hari, juga kemarahan atas cerita kelam tentang orang-orang yang meninggalkannya di masa lalu. Hingga dia bertemu Ladys dan berusaha percaya bahwa cinta akan selalu memaafkan. 

Ini kisah tentang para juru foto yang mengejar mimpi dan cinta. Tentang pertemuan tak terduga yang bisa mengubah cara mereka dalam memandang dunia. Tentang pengkhianatan yang akhirnya memaksa mereka percaya bahwa hidup kadang tidak seindah foto yang terekam setelah mereka menekan tombol shutter. 




Novel ketiga, akan terbit tanggal 26 Desember 2016.

Sebuah cerita tentang sang fotografer dan asistennya. Ladys dan Dias, mereka bekerja sama untuk membuat foto pre wedding yang indah, seindah mimpi-mimpi mereka akan cinta dan masa depan.

Ladys yang masih baru di bidang event tidak sadar bahwa antara fotografi  fashion dan fotografi wedding memiliki teknik yang berbeda, sehingga ketika Dias menegurnya dengan prinsip Rule of Thirds, ada sesuatu yang membuatnya marah.

Dias hanyalah asisten, tukang angkat-angkat barang. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah memegang kamera bisa mengajarinya cara mengambil foto yang benar?

Namun pada akhirnya, Ladys harus mengakui bahwa pekerjaan bukan standar untuk menentukan kualitas diri seseorang. Ada sesuatu yang dia temukan tentang sosok Dias. Sesuatu yang membuatnya menyadari bahwa dia mengobral maafnya terlalu murah.


Berlatarkan kota Denpasar dan sedikit kota Seoul, Ladys dan Dias akan mengajak kalian berkeliling ke beberapa tempat. Selain Pasar Badung, krematorium dan Pantai Suluban, mereka juga akan berburu harum melati ke Singaraja dan mengejar manisnya cita rasa apel Fuji ke Gianyar. Sentuhan lokalitas adalah salah satu hal menarik dalam cerita ini, kearifan lokal yang sangat terasa pada kehidupan Dias dan Ladys. Salah satunya akan mengantarkan pembaca pada indahnya kata maaf.

Banyak yang penulis titipkan pada cerita ini. Rasa hangatnya kasih keluarga, rasa sakitnya ditinggalkan, bagaimana kebahagiaan adalah hadiah untuk sebuah perjuangan dalam hidup. Tidak lupa, bahwa cinta memang akan selalu memaafkan.

Lewat cerita ini kamu akan sadar bahwa adalah ada hal-hal yang tidak harus mendapat maaf. Untuk itu, berhati-hatilah memilih cinta agar kamu tidak salah memaafkan.



salam

Penulis



2 comments:

  1. ahh bukunya baru lagiii, nanti beli ah
    selamat ya nchii

    ReplyDelete
  2. Can't waittt.... sepertinya seru, jadi kepingin segera baca =)))

    ReplyDelete